Langsung ke konten utama

Postingan

Hujan Badai

Ayah berkata aku tidak boleh menangis Aku harus kuat dan tegar seperti pohon trembesi Tinggi kuat kokoh mengayomi Tak gentar akan terpaan angin sapuan badai Berakar mendalam di dalam hati Bertahan membendung air mata yang tumpah Ayah berkata aku tidak boleh menangis Sebab ia adalah lingkaran setan Ia terus memanggil kawan-kawannya Tanpa bisa aku merasa puas Ayah berkata aku tidak boleh menangis Sebab ia tidak membawa solusi Pun kedewasaan tidak ada dalamnya Serta kesia-siaanlah yang dituainya Tapi kini apa yang harus kulakukan ayah Air mataku tak mau berhenti mengalir Ia memberontak untuk ditumpahkan Berlari berkejar-kejaran Berlomba-lomba menghancurkan aku Hatiku yang dangkal tak mampu membendungnya Akar logikaku meronta Cabang-cabang perasaanku meraung-raung Aku galau dan goyah ayah Badai menerpa di tiap tepianku Kepada siapa aku harus berpegang? Aku hanya bisa tersungkur pasrah Tertunduk lemah Berdoa agar peperangan...

Catatan Seorang Mahasiswa Farmasi

Masa PPK: Perlahan aku menjejaki kampus pagi ini Mencari-cari ruang PPK fakultas farmasi Aku menarik nafas dalam-dalam Aku sadar kini aku seorang mahasiswa Ya! Aku bukan lagi siswa biasa! Berlalu sudah masa abu-abu putih Tapi aku tak boleh berhenti belajar berlatih Demi cita-cita Demi memanusiakan manusiaku Mereka bilang aku seorang pelarian Dari rangkulan dokter ke pelukan apoteker Biar mereka mengejek mencaci Dan berlalu bersama kekecewaan pergi Aku mengukir kata ini di dadaku: FARMASI Ya! Aku memilihmu! Aku tak akan lari Selama Si DO tak menghampiri Masa kuliah: Kau tahu? Aku berusaha tidak terkejut dan takut Saat membaca ISO, HPE, Farmakope, Martindale Saat memegang kodok, kelinci, tikus, dan cindil Aku berusaha menepis rasa sulit Saat menghafal nama-nama parasit Saat mengerjakan laporan likuid dan solid Kau tahu? Aku berusaha tidak KO Sebelum aku benar-benar mengerti KO Aku selalu berusaha menghilangkan rasa stress Tanpa aku harus mengkonsumsi SS Kau tahu? Aku berusa...